“Berbahagialah orang yang menderita oleh sebab kebenaran”

Pdt Aristarkus Joel Tarigan, SH.,M.Th., M.Mis*

 

Mari melihat lebih dalam lagi dari Matius 5:10 yang berbunyi “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga”. Berhubungan dengan ini, saya ingin mengutip perikop yang sejajar di Lukas 6 yang menyampaikan kebenaran yang sama namun dengan kata-kata yang sedikit berbeda. Lukas 6:22-23 berbunyi: “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di surga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.” Dan ayat 26, “Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Yesus memperingatkan murid-murid-Nya, “Berjaga-jagalah jika kamu dipuji semua orang” karena itulah yang terjadi kepada nabi-nabi palsu. Nabi-nabi palsu diberikan penghormatan yang tinggi oleh umat Allah di zaman mereka puji-pujian yang menyenagkan telinga mereka, sedangkan nabi-nabi benar seperti Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel ditolak dan dianggap jahat.

 

Sehubungan dengan kegerakan doa yang Tuhan sudah kerjakan di bangsa ini, saya mengajak sahabat-sahabat para pendoa dari seluruh penjuru negeri ini yang terlibat dalam kegerakan doa, untuk tetap menjaga hati bahwa kita bukanlah siapa-siapa kalaun kita dibawa Tuhan dalam kegerakan  ini, ini hanya berbicara mengenai kepercayaan dari Tuhan sehingga kita memiliki beban untuk berdoa bagi bangsa untuk melihat perubahan yang Tuhan akan kerjakan di bangsa ini, jadi kita bukanlah kelompok orang-orang yang butuh puji-pujian dari manusia karena Tuhan sendirilah yang menghargai kita, sekalipun tidak ada orang yang memuji atau menghargai kita.

 

Berbahagialah orang-orang yang menderita

Orang yang berjalan dalam panggilan Tuhan dan hidup dalam kebenaran tidaklah menjadi popular karena tidak banyak orang yang mau menghidupi kebenaran mengalami pergumulan berat, tantangan bahkan aniaya. Di dunia ini orang yang menderita sama sekali tidak akan dianggap bahagia! Kita menganggap orang yang menderita itu harus dikasihani. Banyak orang-orang dibelahan dunia mungkin termasuk kita yang hidup di diluar Negara China, berkata kasihan ya orang-orang Kristen yang teraniaya di China? Mereka ditekan oleh pemerintah, dianiaya bahkan banyak yang di bunuh, anggapan itu barangkali salah, mereka bukan menderita tapi mereka adalah orang-orang yang berbahagia karena sekalipun mereka dalam aniaya mereka tetap dalam jalur yang benar dan mereka tetap berdoa dan injil terus diberitakan sehingga jutaan orang-orang di China datang kepada Tuhan.

 

 

Cara pandang dunia > < cara pandang rohani

Memandang dari sudut pandang dunia, tentu saja, kita akan merasa, “Betapa menyedihkan keadaan mereka! Lihat betapa besarnya penderitaan mereka! Malang sekali! Betapa buruknya nasib mereka!” Pandangan itu wajar sebab orang yang menderita bahaimana mungkin mereka disebut berbahagia, justru mestinya harus dibelaskasihani, namun Yesus sedang mengajar kita untuk berpikir dan melihat cara pandang rohani.  Mereka sebenarnya adalah orang-orang yang berbahagia sekalipun banyak derita dan air mata, betapa besarnya penderitaan mereka di China! Betapa menyedihkan bahwa mereka harus melewati semua penderitaan itu.  Saya memandang mereka dan saya berkata, “Merekalah yang berbahagia”.

 

Kisah Pastor Wang Ming Tao

“Aku tidak layak untuk menderita demi nama Yesus. Namun jika Allah memberikan hak istimewa itu padaku, aku akan menganggapnya sebagai suatu berkat yang besar.” Wang Ming Tao memahami pelajaran ini dengan baik. Penderitaan merupakan suatu hak istimewa dan Wang Ming Tao tidak menganggap dirinya layak untuk menerima penghargaan yang begitu besar.  “Berbahagialah orang yang menderita”  Rasul Paulus mengatakan di 2 Timotius 3:12 kata-kata yang amat penting ini, “setiap orang yang mau hidup beribadah akan menderita aniaya.”

Itu sebabnya dalam segala tantangan dan kesusahan yang kita lihat di bangsa ini, bagian kita hanya satu yakni terus membangun keintiman kita dengan Tuhan lewat hubungan pribadi kita didalam pujian penyembahan dan doa-doa kita kepada Tuhan. Kiranya kita juga tetap hidup dalam kebenaran seperti  yang Tuhan mau.

 

*Pdt Aristarkus Joel Tarigan, SH.,M.Th., M.Mis

Gembala GKKI Jemaat Shalom

Fas JDS Jakarta Utara

Fas JDR Regional III DKI-Kalbar

Tim Training JDN

©2018 Jaringan Doa Nasional

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account