INDONESIA 70

Pada saat saya menulis renungan ini saya baru saja selesai berdoa keliling bersama dengan para pemimpin gereja di kota Bandung dalam menyambut Peringatan Konferensi Asia Afrika 2015 pada tanggal 19-24 April 2015 di Jakarta dan Bandung.

 

Antusiasme masyarakat kota Bandung dalam menyambut momentum bersejarah ini diluar dugaan pemerintah daerah khususnya umat Tuhan yang dimotori oleh Women in Unity (Perempuan Bandung Bersatu) dalam gerakan mengadopsi kota, seperti ada kelahiran semangat baru dalam gerakan doa dan tindakan dalam kesatuan untuk mewujudkan Transformasi secara nyata di kotanya. Rasa kebanggaan akan tempat/lingkungan/kota dan bangsa harus menjadi ciri utama dan pondasi bagi umatNya untuk menjadi tuan rumah di negara sendiri tanpa harus bergantung kepada bangsa lain, kepatriotan para pendiri bangsa harus dijaga sebagai warisan para pahlawan negeri sebagai bangsa yang merdeka, mandiri dan bermartabat. Thema yang diangkat dari serangkaian festival dengan kelas dunia merupakan pesta rakyat Indonesia ini adalah : CAHAYA DUNIA DARI MASA KE MASA

 

Thema ini sangat luar biasa yang pasti dilahirkan dari keyakinan diri yang sudah luruh selama ini bangkit kembali

 

YESAYA 60:1-2

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.”

 

Umat Tuhan seharusnya memiliki Visi Kerajaan yang hidup dan tidak abstrak sehingga keberadaanya di suatu negeri bukan sekedar pelengkap namun berfungsi menjadi GARAM dan TERANG.

 

Beberapa bulan kedepan seluruh rakyat Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-70, usia yang tidak muda namun masih dililit perbudakan seperti korupsi, kemiskinan, narkoba, mental budak, nasionalisme yang semu, pertikaian politik degradasi moral, dlsb.

 

Beberapa pendiri bangsa dengan jiwa kepahlawanan yang menakjubkan pada era kemerdekaan tahun 1945 diantaranya adalah anak-anak Tuhan yang soleh dan terhormat.

 

Biarlah usia kemerdekaan yang ke-70 ini akan diwarnai dengan gerakan Umat Tuhan dalam semangat kepahlawanan serta rasa kebanggaan dan cinta tanah air akan bermunculan dimana-mana di seluruh Nusantara. Sehingga Umat Tuhan muncul sebagai bintang-bintang terang yang bersinar serta menjadi warga negara kelas VIP di lingkungannya.

 

YESAYA 29:10

“Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.”

 

Mari kita galang terus doa dan kesatuan dalam menyambut Kemerdekaan RI ke-70 pada tanggal 17 Agustus 1945 dan mengusahakan kesejahteraan di lingkungan/kota kita masing-masing. TUHAN Memberkati.

 

(Penulis: Pdt. Daniel H. Pandji – Pengarah JDN/Pemimpin My Home)

©2018 Jaringan Doa Nasional

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account