Dalam Kesatuan Ada Kemenangan

2 Tawarikh 32 : 1 – 23

Kita telah melihat perbuatan Tuhan yang besar dari waktu ke waktu di bangsa ini. Secara khusus tahun 2014, bagaimana Tuhan dalam kesetiaanNya meluputkan kita dari berbagai-bagai rancangan jahat kegelapan. Kita saksikan bersama PILEG dan PILPRES berlangsung aman dan dapat berjalan dengan baik, semua ancaman-ancaman yang mengintai dilalukan Tuhan dari kita. Tentunya, sikap dari umatNya’ yang terus melibatkan Tuhan, memanggil dan memohon Tuhan untuk bekerja atas bangsa ini menjadi suatu hal yang sangat luar biasa, bahkan semakin hari semakin kuat, terlebih ketika kita melihat bahwa doa – doa kita tidak sia – sia. Yeremia 29 : 7, terus menjadi motivasi bagi kita untuk berdoa, berjaga-jaga dan berusaha agar kesejahteraan kota dan bangsa terjadi. Semua itu dapat terjadi, ketika umat Tuhan  bersatu mengambil beban dan sepakat untuk mengambil bagian untuk menjadi mitra kerja Tuhan di bangsa ini.

 

Khususnya 2014, ada momentum doa 14.14.14 yang melibatkan 155 kota, Market Place, Gereja – gereja Tuhan, yang setiap bulannya berdoa ( February – November) 
Suatu kegerakan doa yang dilakukan tiap tanggal 14, jam 14.00 focus untuk Pemerintahan Indonesia dan persoalan – persoalan yang terjadi, seperti PILEG, PILPRES, korupsi, narkoba dll.

 

Bukan itu saja, ada juga doa puasa Ester dan praise and worship 24 jam tiap bulannya, semua dilakukan secara bersama, gereja – gereja Tuhan terlibat, market place. Orang tua, orang muda, anak – anak, pria dan wanita, semua ambil bagian dengan satu tujuan bangsa ini mengalami janji Tuhan, hidup dalam kebaikan yang direncankan Tuhan atas kita bagi bangsa ini dan menjadi bangsa yang berharkat dan bermartabat seperti harapan para pendiri bangsa ini.

 

Di dalam Tawarikh 32 , ada pembelajaran penting yang kita lihat dari  Hizkia pada masa pemerintahannya dalam Kerajaan Yehuda. Pasal ini menjelaskan kepada kita, bagaimana Kerajaan Yehuda diperhadapkan dengan tantangan musuh yaitu Raja Sanherib (Asyur) yang mengepung Yehuda dan kota – kota berkubu di Israel (ay.1). Melihat situasi pengepungan atas bangsa ini, Raja Hizkia memutuskan beberap sikap yang harus dilakukan, antara lain : 

 

1.      BERUNDING (32:3). 

Raja Hizkia melihat ada pergumulan yang tengah dihadapi bangsanya namun tidak serta merta memutuskan sikap apa yang harus dilakukan. Raja memperlihatkan kerendahan hati, tidak terjebak dengan posisinya sebagai raja, ia memanggil dan mengumpulkan para panglimanya. Raja Hizkia visioning atau berunding kepada para panglimanya, sikap ini terjadi karena pengalaman Raja Hizkia bahwa dengan bersama-samalah, musuh dapat dikalahkan, tantangan dapat dihadapi dan kemenangan bisa diraih. Dalam kamus bahasa Indonesia, berunding berarti : 1. Bercakap-cakap (tt suatu hal):  2. Berbicara; berembuk:  Pertemuan Raja Hizkia kepada para panglimanya menghasilkan keputusan yang sangat baik ‘bahwa mereka bersedia membantunya”. Ada strategi yang ditemukan. Diperistiwa ini kita bisa melihat bahwa ‘pertemuan para leader, para pemimpin gereja, dewan sekota bukanlah pertemuan biasa, pertemuan yang sangat strategis, menghasilkan strategi baru dan membangun kekuatan untuk menyelesaikan persoalan bersama.

 

2.      BERKUMPUL BERSAMA (32:4)
Hasil  dari perundingan yang dilakukan para pemimpin strategis membawa dampak yang besar, seluruh penduduk Yehuda berkumpul bersama dan menghadapi tantangan yang menekan mereka. Di dalam kepemimpinan Raja Hizkia, ada tindakan yang mereka kerjakan, antara lain :

a.      Membuat pertahanan dan pembangunan :

·           Menutup segala mata air yang terdapat di luar kota (32:3)

·           Membangun kembali seluruh tembok yang telah terbongkar, mendirikan menara-menara (32:5)

·           Memperkuat kubu pertahanan di luar kota (32:5b) meperkuat Milo untuk melindungi istana.

·           Membuat lembing dan perisai dalam jumlah yang besar. (32:5c)

·           Mengangkat panglima – panglima perang yang mengepalai rakyat

b.      Penguatan Psikologis juga dilakuan, dengan mengumpulkan tentara dan rakyat, lalu memberikan kata – kata yang memotivasi, kata IMAN yang diilhami oleh Roh Allah ( 32 : 6) “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya” (32:7a). Raja Hizkia menegaskan mengapa mereka harus kuat dan berketeguhan hati karena yang menyertai mereka adalah TUHAN sendiri (32:7-8).

3.      BERANI MENGHADAPI TANTANGAN.

Dalam ayat 9 – 19, kita dapat membaca bagaimana Raja Sanherib mencoba mengintimidasi dan memberi rasa takut kepada orang Yehuda. Raja Sanherib mengutus beberapa pegawai untuk memfitnah demi menakutkan dan mengacau-bilaukan semangat tentera dan umat. Selain itu, Raja Sanherib juga memfitnah Raja Hizkia “janganlah Hizkia memperdayakan dan membujuk kamu seperti ini! Janganlah percaya kepadanya …… lebih-lebih lagi Allahmu itu takkan dapat melepaskan kamu dari tanganKu! (15), selain itu ia mencela Tuhan Allah (32:16-17) dan para pegawai raja Asyur berseru dengan suara nyaring dalam bahasa Yehuda untuk menakutkan dan mengejutkan umat dan melemahkan semangat mereka agar menyenangkan perebutan kota (32:18-19). Namun apa yang terjadi, dalam kondisi seperti itu, Raja Hizkia dan Nabi Yesaya memutuskan untuk berdoa dan berseru – seru kepada Tuhan dan Tuhan mendengar dan mengabulkan doa mereka. Tuhan mengirimkan pertolongan keatas mereka:

·         Mengutus malaikat ke dalam perkemahan musuh dan melenyapkan habis-habis semua pahlawan yang gagah perkasa, pemuka dan panglima (21).

·         Pada malam itu juga Malaikat Tuhan telah membunuh seratus lapan puluh lima ribu pahlawan tentera Asyur (II Raj 19:35-37)

Raja Asyur dikalahkan sehingga ia berasa malu untuk kembali ke negerinya dan ditewaskan dengan pedang oleh anak-anak kandungnya sendiri ketika ia memasuki rumah allahnya (32:21b)

Tuhan menyelamatkan Hizkia dari tangan raja Asyur dari tangan semua musuhnya; mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru.

Hari ini apa tantangan kita dibangsa ini, berbagai – bagai kejahatan yang marak terjadi, narkoba, korupsi, dan berbagai hal lainnya, belum lagi tantangan diluar bangsa kita sendiri, namun bila kita secara bersama – sama mau bahu membahu menghadapi, para pemimpin strategis duduk bersama dan berunding untuk memikirkan nasib bangsa dan ada doa – doa yang terus menerus kita naikkan dihadapan Tuhan tanpa berkeputusan, percayalah kita pasti beroleh kemenangan dan kita akan melihat Indonesia yang aman, sejahtera seperti yang kita harapkan.

( Penulis : Festy Sarumaha – MDK JDN ) 

©2018 Jaringan Doa Nasional

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account