• Home
  • Jaringan Doa Nasional
  • Jaringan Doa Pemuda Nasional
  • Jaringan Doa Anak
  • Jaringan Doa Wanita
  • Jaringan Doa seKota
  • Contact Us
Jaringan Doa Anak
Hari Doa Sedunia Anak Beresiko
Saturday, 11 June 2011 02:12

Diadakan untuk yang ke – 8 kali di Indonesia dan yang ke – 16 kalinya di seluruh dunia

  • Pelaksanaan serentak di seluruh dunia: Sabtu, 4 Juni 2011
  • TEMA UTAMA : TOGETHER / BERSAMA
  • SUB TEMA : KESATUAN
  • LAGU PENGIRING (usulan) : UNITED WE STAND (Welyar Kauntu)
  • AYAT PENDUKUNG : YOHANES 17 : 20 - 23
Read more...
 
Hari Doa Sedunia Anak Beresiko
Tuesday, 18 May 2010 15:22

Kegerakan doa Hari Doa Sedunia bagi Anak Beresiko yang seringkali disebut HDASB, akan diadakan secara serentak di seluruh dunia pada tanggal 6 -30 Juni 2010. VIVA Network merupakan inisiator kegerakan doa ini selama 15 tahun ini dan Indonesia sudah mengambil bagian di dalamnya selama 8 tahun ini. Sesuai data tahun 2009, 37.361 anak, 8.295 dewasa dari 131 wilayah Jaringan Doa Anak Nasional bersama Aras Gereja dan Mitra Jaringan Doa Anak Nasional mengadakan kegiatan doa selama 1 bulan sesuai dengan panduan booklet doa yang diterbitkan oleh penyelenggara.

Read more...
 
Konsultasi Fasilitator
Saturday, 15 August 2009 16:26

Bertempat di Wisma Gunung Geulis, Bogor, awa Barat, Jaringan Doa Nasional beserta seluruh kategorial yang ada ( JDW, JDA, JDPN & Pangkalan Doa ) mengadakan Konsultasi Nasional dari tanggal 24 - 27 Nopember 2008. Dalam Kesempatan tersebut dari 116 wilayah Jaringan Doa Anak yang tersebar di seluruh Indonesia, ada 14 wilayah yang dapat turut ambil bagian dalam acara tersebut, yaitu : Bandar Lampung, Bandar Jaya Palembang, Cepu, Semarang, Palu, Pasuruan - Tengger, Manokwari, Jayapura, Ngabang, Malang, Poso, Teluk Wondama - Manokwari dan Jakarta. Dalam sesi ' Strategi & Action Plan ' banyak hal yang terungkap dari wilayah JDAS yang hadir dan patut untuk kita dukung bersama sebagai bahan pokok doa kita, demi Kerajaan Allah di Indonesia lewat kegerakan anak - anak yang berdoa serta kegerakan doa bagi anak. Berikut kutipan kesaksiannya :

Teluk Wondama-Manokwari, adalah wilayah termuda yang baru bergabung dengan Jaringan Doa Anak, dengan jumlah anak yang telah mereka layani kurang lebih 400 anak. Pengaruh pemekaran kabupaten dan kasus HIV/AIDS adalah tantangan terbesar mereka dalam melayani anak - anak dan remaja yang masih rentan dalam cara memilih pergaulan. Namun dukungan Bupati Teluk Wondama dalam misi kerohanian, membuat langkah mereka menjadi lebih mudah. Ternyata dari beberapa wilayah Papua yang hadir, selain Teluk Wondama, seperti Manokwari dan Jayapura, kasus HIV/AIDS, pemekaran kabupaten, miras, sex bebas-menjadi masalah terbesar di Papua, selain kurangnya dukungan gereja - gereja lokal.

JDAS Palu, sejak eksis 2003, dengan berbagi tantangan yang ada, mereka tetap teguh dan terus saling menopang satu dengan yang lain, diantara gereja - gereja yang telah bergabung selama itu, untuk memelihara apa yang Tuhan telah percayakan epada mereka dengan tetap menjaga api doa diantara anak - anak dalam acara konser - konser doa pada tiap momentum. Respon guru - guru yang kurang/sibuk dengan gereja masing-masing, juga salah satu hambatan dalam regenerasi di JDAS Palu.

Sepanjang tahun 2008, JDAS Poso tidak dapat melakukan kegerakan doa anak apapun, daerah yang tidak aman, menjadi alasan utama. Desember 2008 ini, diharapkan dengan acara Natal Anak yang akan diselenggarakan menjadi sebuah awal kegerakan baru dengan semangat api doa yang baru diantara anak - anak dan pembina anak di Poso memasuki tahun 2009.

Di Ngabang, sejak 2005 telah 10 gereja yang telah bergabung dalam Jaringan Doa Anak Sekota-nya. Kenakalan anak dan remaja karena faktor kemiskinan menjadi perhatian utama di sana, tak sedikit anak yang tak dapat mengenyam bangku pendidikan karena faktor tersebut. Untuk itulah JDAS Ngabang hadir untuk dapat menjadi berkat bagi kotanya, terutama bagi kehidupan anak disana.

Read more...